Ketersediaan Darah di UTD-RS

Stok darah per 10 Oktober 2014:

A = 3; B = 9, O = 6, AB = 3

Sumber: Debi (UTD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo)

Senin, 28 Maret 2011

Rumah Betang di Desa Buntoi

Rumah betang ini dibangun tahun 1870 oleh Jalla, Kepala Desa Buntoi pada waktu itu. Rumah ini merupakan salah satu dari beberapa rumah betang yang terdapat di Kalimantan Tengah. Rumah ini dapat dijangkau dari Jembatang Pulang Pisau dengan perjalanan selama sekitar 21 menit (dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam). Setelah sampai di Puskesmas Pembantu Desa Buntoi, kita memasuki jalan setapak yang ada di seberangnya selama 6 menit menuju ke rumah betang. Kalau sudah sampai di pertigaan Desa Buntoi, belok ke kanan, maka sekitar 30 meter, kita sudah mencapai rumah ini.

Rumah ini juga dapat diakses melalui pelabuhan feri Mintin, Pulang Pisau. Rumah ini memiliki pelabuhan yang diperuntukkan bagi tamu yang datang melalui Sungai Kahayan.



Rumah ini sekarang dihuni oleh cicit dari Jalla, yaitu Udai dan Solon:


Rumah betang ini sudah dikenal secara nasional dan internasional ini dibuktikan dengan kunjungan dari berbagai daerah di nusantara bahkan berbagai negara seperti Rumania, Jepang, Taiwan, Jerman, Swiss dan lain-lain. Bahkan banyak penelitian yang mengikutsertakan rumah betang ini.

Menurut Bapak Udai, rumah betang ini sudah dua kali menjalani rehabilitasi, sehingga kondisinya tetap baik. Di dalam rumah ini kita bisa menemukan belanga-belanga, serta gong yang biasanya digunakan dalam acara adat Suku Dayak seperti Tiwah, Badewa dan lain-lain.

Berikut ini adalah silsilah rumah betang:


Mari kita kunjungi warisan budaya Kalimantan Tengah. Bagi warga Kabupaten Kapuas yang ingin mengunjungi tempat ini, hanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Selamat berwisata.