Ketersediaan Darah di UTD-RS

Stok darah per 10 Oktober 2014:

A = 3; B = 9, O = 6, AB = 3

Sumber: Debi (UTD RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo)

Senin, 21 November 2011

Mengapa kita harus shalat?



Oleh: Guru Parhani

Kalau kita sudah merasa bahwa shalat sudah merupakan kebutuhan dalam kehidupan, maka kita akan ikhlas untuk melaksanakannya. Mengapa shalat menjadi kepentingan dalam hidup. Kita sebagai manusia memiliki kekurangan. Semua yang kita miliki merupakan pemberian Allah. Setiap detik kita bernapas. Napas itu merupakan pemberian Allah. Mulai dari pagi sampai pagi lagi, semuanya adalah pemberian Allah. Karena kehidupan ini bergantung kepada pertolongan Allah, maka kita harus mendekatkan diri kepada Allah, yaitu dengan melaksanakan ibadah. Ibadah untuk mendekatkan diri kepada Zat yang kita senantiasa minta pertolongannya dalam hidup ini. Sangat banyak pertolongan dengan Allah. Wajarkah kita bila tidak menjalin hubungan dengan Zat yang senantiasa menolong kita. Shalat ini adalah cara langsung untuk berhubungan dengan Tuhan Yang senantiasa kita harapkan pertolongannya dalam hidup ini.

Shalat lima waktu adalah tangga untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Shalat adalah mi’raj orang mu’min. Makanya kalau ada azan panggilan shalat, Mari kita shalat, maka sambungannya adalah Mari kita meraih keberuntungan. Dengan shalat kita akan berzikir kepada Allah. Dengan zikir akan menjalin hubungan dengan Allah.

10. apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Q.S. Al Jumu’ah, 62: 10)

Dengan shalat kita menjadi hamba yang bersyukur kepada Allah SWT. Banyaknya kita menerima nikmat Allah, bersambung nikmat dari Allah. Kita menerima nikmat, maka kita harus mensyukuri nikmat Allah. Cara yang bagus adalah dengan mengerjakan shalat. Kita sering menerima nikmat, kita sering lupa. Allah sering menjalin hubungan dengan kita, tapi kita sering lupa, hal ini tidak pantas. Rasulullah sudah dijamin masuk surga, sudah diampuni kesalahannya. Rasulullah shalat malam sampai bengkak kakinya. Aisyah mengatakan bahwa Rasulullah lama mengerjakan shalat malam, beliau mengatakan kepada Rasulullah: Engkau sudah diampuni dosa, mengapa engkau lama sekali shalatnya? Kata Nabi, Hai Aisyah, apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur.

Mengapa shalat kepentingan kita?
  1. Cara mendekatkan diri kepada Allah. Kita mohon segalanya kepada Allah.
  2. Cara berzikir kepada Allah.
  3. Tangga untuk meraih keberuntungan dunia dan akhirat.
  4. Cara mensyukuri nikmat Allah dengan sempurna

Kadang-kadang orang ada yang protes: aku sudah lama shalat, tapi tidak mendapatkan keberuntungan. Disitu bukan Allah yang ingkar janji, mungkin shalat yang kita laksanakan:
  • Masih ada kekeliruan
  • Masih ada kekurangan

Allah berjanji:

1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,
2. (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, (Q.S. Al-Mu’minun, 23: 1-2)

Bila kita mendengar suara azan, kita harus menjawabnya dengan semangat, karena shalat mengajak kita meraih keberuntungan. Shalat diawal waktu, itulah yang nilainya paling tinggi.

Yang diperbolehkan tidak shalat:
  • Wanita yang haid
  • Wanita yang nifas

Dalam keadaan sakit, dalam perjalanan, dalam kesibukan apapun, shalat tetap merupakan suatu kewajiban. Bila tidak bisa berdiri, duduk. Bila tidak bisa duduk, berbaring. Lakukan shalat dengan isyarat, saat berbaring. Selama akal masih ada dalam diri, shalat merupakan kewajiban. Dalam perjalanan wajib shalat. Shalat bisa di qashar dan di jama’. Ada jama’ taqdim dan ada jama’ ta’hir. Bila kita berangkat keluar kota, bila mengikuti pelatihan, bisa mengerjakan shalat jama’ dan qashar. Bukan hanya tiga hari, seminggu pun berlama jama’ dan qashar ini.

Bila kita pulang kampung, jama’ dan qashar itu berlaku. Itu adalah keringanan dari Tuhan. Dalam keadaan sibuk pun, shalat tetap jadi tuntutan. Tidak ada hal yang bisa membuat kita bisa meninggalkan shalat. Bagaimana shalat orang sakit itu berwudhu? Bisa ditolong untuk berwudhu’. Bagus orang sakit dalam keadaan suci. Selama orang dalam keadaan suci, pahalanya seperti orang yang i’tikaf dalam masjid. Andaikata dia meninggal dalam keadaan berwudhu’ ada yang mengatakan bahwa dia selamat dari siksa kubur. Bila orang ini tidak hadats, malaikat rahmat selalu mendekat.
Dalam hukum tidak ada mandi sembilan (kalau sakit, bisa cepat sembuh atau kalau mau meninggal, cepat juga). Mandi saja seperti biasa.

Menurut Mazhab Syafi’i, bila dimasa lalu kita sering meninggalkan shalat, ini masih menjadi hutang. Menurut mazhab ini, gunakan waktu luang untuk melaksanakan shalat-shalat yang ditinggalkan tersebut, dengan disebut shalat qadha’ (shalat bayaran). Caranya sama dengan shalat biasa. Diluar waktu yang ditentukan. Misalnya waktu diantara Maghrib dan Isya. Boleh mengerjakan shalat apapun. Usholi fardhu zuhri arba’a rakaatin qadha’an lillahi ta’ala.

Mulailah kita tanamkan bahwa shalat itu bukan Cuma fardhu kepada Allah, tapi merupakan kebutuhan. Maka diharapkan kita memiliki keikhlasan.