Entri yang Diunggulkan

Weekend With Qur'an (Program Tahfizh Intensif 3 hari)

Lembaga Tahfidz Kalimantan (LTK) bekerja sama dengan Pesantren Tahfidz dan Dirosat Al-Qur'an (PTDQ) Al-Hayah akan menyelenggarakan We...

Jumat, 17 Maret 2017

Etika Komunikasi Dalam Perspektif Islam

Ustadz Singkir, S.Ag sedang menyampaikan ceramah
Oleh: Singkir, S.Ag

Dalam komunikasi, kita ingin menyampaikan pesan. Pesan diharapkan lebih mengena / membekas. Medianya dapat berupa lisan maupun tulisan. Komunikasi dalam Islam ada kaidah-kaidah yang harus dipenuhi, sehingga tidak menyakiti hati orang lain. Gerak-gerik kita juga bisa mempengaruhi komunikasi.

Komunikasi Islam adalah proses penyampaian pesan-pesan keislaman dengan menggunakan prinsip-prinsip komunikasi dalam Islam.

Pesan-pesan keislaman:
·         Aqidah (iman)
·         Syariah (hukum Islam)
·         Akhlak (ihsan)

Rasulullah diutus kedunia untuk menyempurnakan akhlak.

Unsur-unsur pesan:
·         Risalah (nilai-nilai Islam)
·         Cara (bagaimana)
·         Bahasa (retorika)

Urgensi komunikasi perspektif Islam:

·         Qaulan sadida – perkataan benar, lurus dan jujur – sesuai kriteria kebenaran dan tidak bohong. Laporan, sasaran kinerja pegawai merupakan salah satu bentuk komunikasi.

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (Q.S. An Nisa, 4: 9)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, (Q.S. Al Ahzab, 33: 70)

·         Qaulan Ma’rufa – perkataan yang baik, ungkapan yang pantas, santun, menggunakan sindiran (tidak kasar) dan tidak menyakitkan atau menyinggung perasaan. Pembicaraan yang bermanfaat dan menimbulkan kebaikan (maslahat).

Jangan menyebutkan kekurangan. Mengajak bukan mengejek.

 Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Q.S. An Nisa, 4: 5)

Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik. (4: 8)

Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik, (33: 32)

·         Qaulan baligha – menggunakan kata-kata yang efektif, tepat sasaran, komunikatif, mudah dimengerti, langsung ke pokok masalah dan tidak berbelit-belit atau bertele-tele.

Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. (Q.S. An Nisa, 4: 63)

Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Ibrahim, 14: 4)

Berbicaralah kepada manusia dengan kadar akal (intelektualitas) mereka. (H.R. Muslim)

·         Qaulan Maysura – ucapan yang mudah dimengerti dan dipahami oleh komunikan atau kata-kata yang menyenangkan atau berisi hal-hal yang menggembirakan.

 Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas. (Q.S. Al Isra’, 17: 28)

·         Qaulan Layyina – pembicaraan yang lemah lembut dengan suara yang enak didengar, dan penuh keramahan, sehingga dapat menyentuh hati.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan, yang dimaksud ialah kata-kata sindiran, bukan dengan kata-kata terus terang atau lugas, apalagi kasar.

maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut". (Q.S. Thahaa, 20: 44)

·         Qaulan Karima – perkataan yang mulia, dibarengi dengan rasa hormat dan mengagungkan, enak didengar, lemah lembut dan bertatakrama.

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (Q.S. Al Isra, 17: 23)

Hadits:
·         Katakanlah apa yang benar walaupun pahit rasanya
·         Katakanlah bila benar kalau tidak bisa, diamlah
·         Janganlah berbicara sebelum berpikir terlebih dahulu


Disampaikan pada kegiatan Majelis Ta’lim Asy-Syifa RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas pada hari Jum’at, 17 Maret 2017 di Gazebo.