Rabu, 15 Maret 2017

Surat Al-Baqarah ayat 25

Oleh: Nouman Ali Khan

( 25 )   Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.

Hal pertama yang harus kita sampaikan kepada orang yang beriman adalah kabar gembira. Meskipun ada orang yang hanya datang untuk shalat Idul Fitri saja, kita harus memberikan kabar gembira. Allah belum putus asa dengan manusia sejauh dia masih bernapas.


Perintah pertama yang diberikan kepada Rasulullah adalah memberikan kabar gembira. 'Amilu adalah amal yang berkelanjutan.  Lakukan beberapa amal baik. Ada orang yang datang kepada Rasulullah menanyakan amal yang akan membawanya ke surga. Rasulullah menjawab: jangan marah; berbuat baik pada ibu; ucapkanlah la ilaha illallah; beriman pada Allah dan istiqamah. Rasulullah tidak membebani umat dengan berbagai macam amal. 


Ada orang yang sanggup melakukan berbagai  macam amal. Ada juga yang sulit untuk beramal saleh. Apa yang mereka dapatkan? Berbagai surga. Setiap surga berbeda-beda isinya. 

mengalir sungai-sungai di dalamnya artinya:

  • air dibawah tanah
  • surga itu ada diatas tebing, kita ada diatas air terjun
  • seperti lantai Sulaiman, lantainya dari kaca yang dibawahnya ada air
"ruziqu" artinya buah itu dibawa kepada mereka. Buah-buah itu ada yang sama, ada yang serupa, tapi mereka akan sangat menyukainya. 


isteri-isteri 

Kata "zauj" dalam Qur'an digunakan untuk laki-laki dan perempuan. Untuk 58: 1 untuk suami dan "ashlahna lahu zaujahu" untuk istri. Dalam bahasa Arab artinya "pasangan". Matahari dan bulan adalah "zaujain". Siang dan malam adalah "zaujain". Qur'an menggunakan kata "zauj" untuk laki-laki dan perempuan. Sebagian daerah di Arab menambah "ta marbutoh" pada "zauj" menjadi zaujah. 

yang suci

Katanya (muthoharah) adalah "disucikan" bukan "suci". Disucikan sesuai dengan selera kita. Sebagaimana nikmatnya buah yang kita makan, demikian juga dengan "pasangan" kita disurga. Hal-hal yang mungkin hanya terjadi sekali di dunia, akan selalu berlangsung di akhirat.

Kata "azwaaj" dalam Qur'an bukan hanya berarti "pasangan", tapi sebenarnya berarti orang yang kamu bergaul dan pergi bersama dengannya. Dalam ayat "wa kuntum azwaajan tsalaatsa". Jadi azwaaj adalah orang yang kita bergaul dengannya selama bertahun-tahun dan anda merasa muda lagi bersama mereka. Allah memberi kita teman bergaul yang sangat luar biasa.