Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Bakti Sosial Akper Pemda Kapuas di Asrama SD Luar Biasa

Para mahasiswa Akper sedang bermain dengan penghuni asrama  (With  courtesy from Akper Pemda Kapuas)
Pada hari Kamis, 26 Mei 2011 yang lalu, civitas akademika Akademi Keperawatan Pemda Kapuas melakukan bakti sosial di Asrama Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri (SDLBN) yang terletak di Jalan Tambun Bungai Gg. VI, Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan mahasiswa Tingkat I, II dan III (masing-masing diminta perwakilannya sebanyak 10 orang). Para dosen yang mendampingi kegiatan ini adalah Bapak Gandie, Ibu Buray dan Ibu Maya Hugo.

Rombongan ini diterima oleh kepala Asrama SDLBN. Dalam kegiatan tersebut para mahasiswa melakukan permainan dengan para penghuni asrama di halaman sekolah. Selain itu juga disampaikan bingkisan dari pihak Akper kepada pihak Asrama SDLBN.
Ibu Buray, SKM sedang menyerahkan bingkisan kepada pengasuh asrama  (With  courtesy from Akper Pemda Kapuas)
Para mahasiswa juga mengajak anak-anak penghuni asrama untuk ikut menyanyi bersama mereka. Bahkan ada diantara penghuni asrama tersebut yang membawakan lagu yang dihapalnya, tentu sebatas kemampuan mereka.
Penghuni asrama menyanyikan lagu (With courtesy from Akper Pemda Kapuas)
Setelah para penghuni asrama menyanyikan lagu, para mahasiswa Akper juga menyumbangkan lagu-lagu yang memotivasi. Keceriaan tampak dalam kegiatan tersebut. Semoga kegiatan serupa dapat diselenggarakan oleh berbagai pihak, sehingga para penghuni asrama dapat merasakan keceriaan sebagaimana yang dirasakan oleh anak-anak lain diluar sana.

Berikut ini adalah klip dari bakti sosial ini yang sudah diunggah ke YouTube:


Untuk koleksi foto-foto kegiatan ini silahkan lihat di Facebook (Album pada Halaman Informasi Kapuas).

Komentar

  1. top BGT dah buat anak akper kapuas... peduli, tanggap, jiwa sosial, bakal calon perawat masa depan....salut!

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"