Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban
Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...
Guruku
BalasHapusGuruku, kau lentera di dalam gelap,
Menyinari jalan saat aku tersesat.
Dengan sabarmu yang tiada batas,
Kau bimbing aku melewati tiap langkah.
Guruku, kau embun di pagi hari,
Menyegarkan jiwa, memberi semangat kembali.
Dalam setiap kata dan nasihatmu yang tulus,
Tersirat cinta yang begitu halus.
Guruku, engkau pelita ilmu,
Yang tak pernah padam walau waktu berlalu.
Di balik senyummu yang lembut dan tulus,
Tersimpan kekuatan untuk merangkul kami semua.
Terima kasih, guruku tercinta,
Atas ilmu dan kasih yang kau berikan setiap masa.
Kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa,
Yang namanya akan selalu tertanam di dalam jiwa.
Minta tolong ubah ke Dayak ngaku