Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

Kunjungan Kerja Komisi C DPRD Provinsi Kalimantan Tengah

Anggota Komisi C dari kiri ke kanan (baris depan): Jimin, M. Sa'ad Arfani R.H, Kamsyiah A. Mamat dan Pudji Astuti  Narang.

Pada hari Selasa, 23 Agustus 2011 bertempat di ruang rapat Bupati Kabupaten Kapuas, Jl. Pemuda Km. 5,5 diselenggarakan pertemuan antara anggota Komisi C DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dengan aparat Pemda Kapuas terkait. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 5 orang anggota Komisi C yaitu:

  1. Iber H. Nahason
  2. Pudji Astuti Narang
  3. Kamsyiah A. Mamat
  4. M. Sa'ad Arfani, R.H
  5. Jimin
Dalam pertemuan tersebut, ketua rombongan, Bapak Iber H. Nahason menyampaikan bahwa mereka ingin mengetahui tentang program-program yang sedang berjalan di Kapuas yang meliputi:
  • Kapuas Harati
  • Kapuas Barigas
  • Angka buta huruf
  • Pemantauan guru di pedalaman
  • Tenaga di puskesmas dan puskesmas pembantu
Sebagai pengantar Bupati Kapuas menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
  • PAD Kapuas kurang lebih 24 milyar
  • Jumlah pegawai sekitar 8400 orang dan 56% anggaran digunakan untuk menggaji pegawai
  • Operasional puskesmas sudah ditingkatkan menjadi rata-rata per puskesmas Rp 120.000.000
  • Pada program Jamkesda disediakan 12 pelayanan gratis, diantaranya sunatan
  • Kapuas sedang gencar dengan sertifikasi guru
  • Sudah berkembang berbagai forum seperti:
    • Forum Bela Bangsa
    • Forum Kerukunan Umat Beragama
Bapak Sukiran, sekretaris Dinas Pendidikan menambahkan sebagai berikut:
  • Dana Dinas Pendidikan tahun 2011 adalah 312 milyar rupiah
  • Jumlah SD 391 buah, SLTP 70-an buah, SLTA 25 buah
  • Dana pendidikan dasar diperoleh dari DAK dan Provinsi (pembangunan SD, SMP, SMA, SMK)
  • Sekarang banyak dilakukan regrouping sekolah untuk efisiensi
  • Penataan distribusi pegawai akan dilakukan pada tahun 2013-2018 dimana terjadi pensiun guru besar-besaran
  • 70% guru di Kapuas sudah sertifikasi
Bapak Luhut Sinaga, Kabid di Dinas Kesehatan menambahkan informasi berikut:
  • Dari 23 puskesmas, baru 21 yang ada dokternya
  • Dari 194 desa yang ada, baru 50% yang ada bidan desanya
  • 50% pustu/polindes belum sesuai dengan standar
  • Standar pelayanan minimal sedang digodok
Bapak Herson dari Bappeda menambahkan sebagai berikut:
  • Tahun 2011 Kapuas mendapatkan dana PNPM sebesar 28 milyar, untuk 17 kecamatan, terbesar se-Kalimantan Tengah
  • Program KFCP meliputi 120.000 hektar pada 7 desa, rencananya akan ada kunjungan dari gubernur yang cinta lingkungan
  • Ada pengembangan Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Lamunti
  • Kapuas percontohan Minapolitan yaitu Kecamatan Basarang dan Pulau Petak
  • Angka buta huruf 7,61%
Setelah itu ketua tim menyampaikan daftar bantuan dari provinsi untuk Kabupaten Kapuas. Setelah ini tim akan berkunjung ke rumah sakit, Kecamatan Pulau Petak dan Kecamatan Kapuas Murung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas