Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban
Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...
Untuk rencana tindak lanjut kegiatan lebih dikoordinasikan dengan puskesmas dan Dinkes Pak. Namanya kan Kader Kesehatan Pondok Pesantren Kalau bisa sekalian dimunculkan jumlah Pondok Pesantren dan jumlah santri yang berada di kabupaten Kapuas untuk data dasar terima kasih_wassalam Dan untuk angkatan selanjutnya lebih sukses
BalasHapusUntuk pondok pesantren Al-Amin Kapuas dan yang di Tamban Baru sudah koordinasi dengan puskesmas setempat. Untuk yang lainnya saya belum tahu.
BalasHapus