Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

Berkunjung ke Graha Inti Jaya

Pohon sawit di Graha Inti Jaya 
Pada hari Jum'at, 8 Juni 2012 sore, admin berkunjung ke Perkebunan Kelapa Sawit Graha Inti Jaya yang terletak di seberang Desa Manusup, Kecamatan Mantangai.. Admin masuk dari Jalan Trans Kalimantan dekat Polres Pulang Pisau. Jarak dari jalan ke wilayah perkebunan kurang lebih 8 kilometer. Wilayah Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau dipisahkan oleh saluran primer. Disepanjang jalan kelapa sawit membentang luas. Wilayahnya sekarang tidak hanya di Manusup, tetapi sudah sampai ke Desa Lamunti, Kecamatan Mantangai.
Menara telepon seluler
Ketika sedang asyik menyusuri perkebunan sawit, admin dikagetkan dengan adanya menara telepon seluler. Menurut keterangan pegawai kebun, ini adalah menara Indosat yang bekerjasama dengan Telkomsel. Jadi meskipun jauh dari keramaian, sinyal telepon disini cukup kuat.

Ketika sampai di base camp Graha Inti Jaya, terasa ada kehidupan disini, ada banyak bangunan disini, mulai dari rumah general manager, sampai berbagai bangunan untuk berbagai keperluan seperti kantor, gudang, tempat parkir traktor, kantin, masjid, warung dan lain-lain. Jarak base camp ini dari Sungai Kapuas sekitar 3 kilometer.
Jamur yang tumbuh diatas limbah kelapa sawit
Dalam perjalanan pulang, admin melihat ada limbah kelapa sawit yang ditumbuhi oleh jamur. Jadi setiap pagi jamur ini tumbuh di limbah ini. Di beberapa tempat dimana limbahnya sudah diratakan, jamur yang tumbuh lebih besar lagi. Limbah kelapa sawit ini digunakan kembali sebagai pupuk.

Listrik di base camp ini menggunakan boilers yang bahan bakarnya adalah sabut kelapa sawit. Kondisi listrik di base camp ini lebih stabil dibandingkan dengan kondisi listrik di ibukota Kabupaten Pulang Pisau yang sering padam.

Berikut ini adalah liputannya:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas