Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Penyuluhan Bahaya Narkoba di MTs Nurul Islam

Peserta penyuluhan bahaya narkoba di MTsN Nurul Iman
Dewan Pengurus Cabang Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPC-Granat) Kapuas bekerja sama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kapuas menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja yang diselenggarakan di MTs Nurul Islam di Handil Panamas, Kelurahan Murung Keramat, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini diikuti tidak hanya oleh para siswa tetapi juga seluruh tenaga pengajar, kepala sekolah dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam penyuluhan ini ditampilkan video-video dari drugfreeworld.org kemudian para siswa-siswi diminta pendapat mereka tentang video-video tersebut. Dalam sesi tanya jawab para siswa-siswi menanyakan berbagai organ yang bisa dikenai dampak narkoba, apa yang harus dilakukan terhadap pecandu narkoba. 

Komentar

  1. mf sebelumnya pak. . .lun pengen menkonfirmasikan saja bhwa nama Mts di desa lun bukan nurul iman, tpi nurul islam. .nurul iman itu di bsr. .dan sekolah di desa lun mash swasta, bkan negeri. .:)

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"