Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

Geber PSN di Selat Hilir dan Selat Dalam

Geber PSN di Selat Hilir

Mengubah perilaku memang tidak mudah, namun bukan mustahil untuk diwujudkan. Inilah yang ingin dicontohkan melalui GEBER PSN (Gerakan Bersama Pemberantasan Sarang Nyamuk) yang dilaksanakan tanggal 8 Januari 2013 lalu di Kelurahan Selat Hilir(RT 5 Jalan S Parman) dan Selat Dalam (RT 1, 6, 12, 17 Jl. Cilik riwut) Kecamatan Selat.
Geber PSN di Selat Hilir
Upaya memberikan contoh pencegahan efektif penyakit Demam Berdarah (DBD) ini dipimpin langsung oleh Lurah Selat Hilir H. Fitriadi dan aparat kelurahan, pimpinan Puskesmas Selat drg. Luluk Nurhayati dan stafnya, RT setempat, serta Kelompok Masyarakat Peduli Lingkungan (KMPL) bersama tossa hijaunya. Sedangkan di Selat Dalam dikomandani oleh Lurah Rasyidi S.Sos dan staf, pimpinan Puskesmas Melati dr. Ahmad Haspiani dan staf, petugas dari Koramil, dan para ketua RT setempat. Sedangkan dari Dinas Kesehatan diwakili oleh Kabid Bina PMK Rasita Usman, SKM dan staf.
Geber PSN di Selat Dalam
Mereka membawa plastic kresek, sapu lidi, dan serokan. Sambil mengumpulkan wadah-wadah berpotensi untuk berkembang biak nyamuk DBD (botol bekas, kaleng bekas, gelas bekas, dll), mereka juga melakukan penyuluhan, membagikan Abate dan leaflet DBD.

Telah diteliti bahwa hanya GEBER PSN yang dilakukan luas dan rutin seminggu sekali-lah yang berhasil menurunkan angka kesakitan DBD. GEBER PSN yang dicontohkan ini perlu ditindaklanjuti secara mandiri oleh masyarakat secara luas, rutin tiap minggu, tanpa bosan. Kegiatan ini harus luas karena jika hanya beberapa rumah saja maka akan percuma. Kegiatan ini harus rutin seminggu sekali karena nyamuk berkembang biak setiap hari. Karena itu masyarakat diharapkan secara mandiri rutin melakukan 4M Plus di lingkungan rumah masing-masing. 4 M Plus yaitu Menutup, Menguras, Mengubur, Memantau wadah jentik, Plus tidak menggantung baju, memelihara ikan pemakan jentik, menaburkan Abate, dan memakai obat nyamuk.

Tanpa kesadaran GEBER PSN dari masyarakat sendiri, akan sulit menurunkan angka kesakitan DBD. Jangan sampai anggota keluarga kita sakit, atau sampai meninggal karena DBD, akibat kita lalai lakukan PSN. Boleh jadi orang lain sakit DBD, karena sumbernya dari rumah kita. Boleh jadi siswa sekolah sakit DBD, karena sumbernya dari sekolah itu sendiri. Boleh jadi seorang karyawan sakit DBD, karena sumbernya ada di tempat kerjanya sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas