Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

Wakil Bupati Memenuhi Janji

Anggota Persadia melakukan Senam Diabetes
Pada hari Jum'at, 30 Agustus 2013, admin berbincang dengan Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Cabang Kapuas, Bapak Talinting E. Toepak. Beliau mengatakan bahwa Bapak Wakil Bupati Kapuas, Bapak Muhajirin, berjanji akan ikut senam diabetes, tapi sampai sekarang belum ikut juga. Ketika berjalan kaki menuju ke taman kota untuk mengelilingi stadion, admin melihat Bapak Muhajirin bersepeda di depan rumah sakit. Ketika kegiatan senam dimulai, rupanya Bapak Muhajirin sudah termasuk diantara mereka yang melaksanakan Senam Diabetes.
dr. Erny Indrawati (kanan) sedang memberikan penyuluhan
Setelah selesai kegiatan senam, para peserta menyerbu penganan ringan yang disediakan oleh PT. ASKES. Menurut keterangan dr. Erny Indrawati, anggota Tim Diabetes Center RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, sudah dua bulan ini, PT. ASKES rutin menyediakan penganan ringan untuk peserta Senam Diabetes. Sambil menikmati penganan ringan tersebut, dr. Erny memberikan penyuluhan kepada peserta tentang penyakit diabetes. Beliau mengingatkan peserta untuk menghentikan kebiasaan merokok, kemudian penyandang diabetes boleh mengkonsumsi berbagai makanan, namun dalam porsi yang kecil.
Wakil Bupati (paling kanan) sedang berbincang dengan Bapak Toepak
Dalam kesempatan ini, admin melakukan advokasi kepada Bapak Toepak dan Bapak Muhajirin untuk mau menjadi tokoh yang mempromosikan "Blue Circle" (Lingkaran Biru) sebagai bentuk dukungan dalam kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan diabetes. Admin juga meminta kesediaan dari dr. Erny untuk juga menjadi tokoh yang mendukung "Blue Circle" tersebut. PT. ASKES juga berjanji akan membantu kegiatan diabetes yang akan dilakukan di berbagai tempat di Kabupaten Kapuas. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas