Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

Mempermasalahkan Netralitas Korpri - Opini

Pada hari Jum'at, 29 November 2013 bertempat di halaman kantor Pemerintah Kabupaten Kapuas, Jl. Pemuda Km. 5,5 Kuala Kapuas, Wakil Bupati Kapuas, Ir. H. Muhajirin, MP mengajak para pegawai negeri sipil untuk menjaga netralitas mereka dalam berbagai kegiatan politik. Pernyataan ini disampaikan dalam rangka memperingati ulang tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri).

Pada pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) yang dilaksanakan pada awal tahun 2013 yang lalu, keterlibatan PNS sangat ketara. Banyak pejabat dan staf dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas memihak pada salah satu kandidat, baik Surya-Taufik, Mawardi-Herson dan Ben-Jirin. Keberpihakan itu dibuktikan dengan adanya mutasi besar-besaran para pejabat dan staf dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas setelah dilantiknya Bupati Kapuas yang baru.

Kondisi yang memprihatinkan adalah banyaknya pejabat yang menempati suatu jabatan, tapi mereka tidak memiliki kompetensi dalam jabatan tersebut. Dengan kata lain, duduknya mereka dalam jabatan tersebut tidak memenuhi persyaratan dari jabatan tersebut. Kondisi seperti ini mengakibatkan kinerja dari seksi, bidang dan dinas terkait tidak bisa berjalan sebagaimana yang diharapkan oleh Bupati, yaitu harus berlari.

Kontribusi yang diberikan oleh para pendukung kandidat tersebut harus dibayar kembali setelah kandidat menduduki jabatan yang diraih. Kondisi ini mengakibatkan anggaran tidak diserap sepenuhnya untuk pembangunan. Bila kondisi seperti ini terus dipertahankan, maka sulit rasanya untuk bisa melihat Kabupaten Kapuas yang lebih maju pada masa yang akan datang.

Saat ini, jenjang karir tidak lagi dilihat dari masalah prestasi. Kedekatan dengan penguasa menjadi cara yang lebih efektif untuk menduduki suatu jabatan. Hal ini mengakibatkan orang tidak lagi berpikir untuk menunjukkan prestasi dalam sebuah program, tapi mencari cara untuk mendekatkan diri kepada penguasa.

Kita berharap, agar sesudah masa euforia yang dijalani oleh Bupati dan Wakil Bupati sekarang untuk menyenangkan para pendukungnya sudah selesai, maka proses pembangunan bisa dimulai, sesuai dengan yang kita harapkan bersama. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini