Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

Rapat Koordinasi Penanganan Penyandang Masalah Sosial

Pengarahan oleh Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (paling kanan)
Pada hari Jum'at, 22 November 2013 bertempat di ruang kerja Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kapuas, diselenggarakan rapat koordinasi penangangan penyandang masalah sosial. Dalam pertemuan ini kepala dinas, Muhammad Saleh Makki mengharapkan agar pihak-pihak terkait, seperti rumah sakit, pamong praja, dinas kesehatan, pihak kecamatan dan kelurahan dapat berkoordinasi untuk penanganan penyandang masalah sosial.
Peserta rapat koordinasi penanganan penyandang masalah sosial
Pihak rumah sakit menyatakan bahwa seluruh penyandang masalah sosial akan dilayani secara gratis di rumah sakit dengan Program Jamkesmas asal ada surat keterangan dari Dinas Sosial. Pihak pamong praja secara rutin melakukan razia terhadap pengemis dan mendampingi razia terhadap wanita tuna susila dan penggunaan obat terlarang. Beliau mengharapkan agar penyuluhan tentang masalah WTS dan Narkoba ini dilakukan kepada para orang tua, sehingga mereka bisa mengawasi anak-anaknya.

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja juga mengharapkan kepada para khatib untuk menyampaikan masalah WTS dan Narkoba ini dalam khutbah-khutbah mereka. Dinas Kesehatan diharapkan bisa melakukan pembinaan kepada apotik dan toko obat, sehingga mereka tidak menjual ramuan yang memabukkan kepada masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas