Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

Endline Survey Program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM)

Briefing Endline Survey di Markas PMI Kabupaten Kapuas
Pada hari Sabtu, 4 Januari 2014, para relawan Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas menjalani Pelatihan Enumerator Endline Survey Program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM). Kegiatan ini disponsori oleh Palang Merah Spanyol (Spanish Red Cross - SRC). Dalam kegiatan ini kepada relawan disampaikan mengenai Rapid Mobile Phone-based (RAMP) survey serta bagaimana melakukan wawancara kepada para relawan. Dalam pelatihan ini mereka juga mempraktekkan wawancara dengan menggunakan formulir yang ada dalam Handphone dan mengirimkan hasilnya ke server. Aplikasi yang digunakan untuk RAMP survey ini adalah Magpi (www.magpi.com).

Mulai hari Senin-Jum'at, 6-10 Januari 2014, para relawan mulai melakukan pengumpulan data ke empat desa yaitu Kelurahan Pulau Kupang dan Desa Terusan Raya di Kecamatan Bataguh, serta Desa Teluk Palinget dan Desa Handiwung di Kecamatan Pulau Petak. Para relawan dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang. Masing-masing kelompok di pimpin oleh satu relawan. Setiap kunjungan ke desa didampingi oleh koordinator desa untuk program KPPBM.

Komentar

Postingan populer dari blog ini