Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

Ngobrol Sama Bule

Ummi sedang ngobrol dengan Sylvia
Selama berjalannya program Kesehatan dan Pertolongan Pertama Berbasis Masyarakat (KPPBM) yang dilaksanakan oleh PMI Kabupaten Kapuas dengan dukungan dana dari Palang Merah Spanyol, sebenarnya para staf dan relawan mendapatkan alokasi dana untuk mengikuti kursus bahasa Inggris. Diharapkan dengan kursus bahasa Inggris tersebut, pada akhir proyek mereka bisa memiliki ketrampilan dan berbicara dan menulis laporan dalam bahasa Inggris.

Semangat belajar bahasa Inggris ini naik dan turun. Saat awal proyek dimana masih belum banyak kegiatan dan belum banyak format laporan, mereka bersemangat untuk kursus. Namun dengan semakin banyaknya kegiatan dan laporan yang harus dipersiapkan, kursusnya keteteran. Namun diakhir proyek, semangat ini muncul kembali.

Buah dari kursus tersebut adalah para staf dan relawan memiliki keberanian untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Hal ini mereka tunjukkan dengan memberanikan diri untuk berdiskusi dengan Sylvia, Country Representative dari Spanish Red Cross (SRC). Selain itu, mereka juga membuat video singkat dengan Sylvia yang berupa percakapan singkat dalam bahasa Inggris.

Komentar

Postingan populer dari blog ini