Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

"Teleconference" perlu dipertimbangkan dalam kondisi kabut asap ini

Saat mengikuti Pertemuan Rapat Koordinasi Teknis Program Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer Bagi Rumah Sakit Pemerintah Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di swiss-belhotel danum Palangka Raya pada hari Rabu, 16 September 2015, ada beberapa hal menarik.

Dari dua presentan yang memberikan materi dalam pertemuan tersebut, mereka menceritakan tentang tidak bisanya narasumber dari Jakarta untuk mendarat di Palangka Raya karena kabut asap. Sehingga mereka harus mencari atau menjadi pengganti.

Sebenarnya hal ini tidak boleh menjadi masalah mengingat di Kota Palangka Raya ini sudah ada IndiHome. Dengan tingginya kecepatan internet yang dimilikinya, maka tidak ada masalah lagi untuk melakukan Teleconference.

Kapuas pernah punya pengalaman melakukan Konferensi Internasional Harun Yahya dimana pembicaranya ada di Turki dan audiens-nya ada di Kuala Kapuas. Teleconference dilakukan menggunakan Speedy yang kecepatan unduhnya 3 Mbps, sedangkan kecepatan unggahnya cuma 1 Mbps.

Dengan kecepatan IndiHome yang bisa mencapai 10 Mbps di Palangka Raya, seharusnya teleconference ini dapat dijalankan. Peralatan yang digunakan pun tidak perlu repot-repot, cukup narasumber di Jakarta menggunakan smartphone yang dimilikinya, sedangkan di Palangka Raya cukup menggunakan laptop yang dihubungkan dengan internet dan LCD. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas