Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

Saluran Informasi Kapuas di YouTube

Laman saluran Informasi Kapuas di YouTube bagi pengunjung baru
Tulisan ini terinspirasi dari salah satu komentar terhadap salah satu video yang ada di saluran Informasi Kapuas di YouTube yang memohon agar kualitas video ditingkatkan. Admin langsung teringat dengan masa-masa awal memposting video di YouTube.

Pada masa lalu, kita tidak bisa langsung memposting video dalam waktu lebih dari 15 menit. Kita harus meng-upload beberapa video dulu (kalau tidak salah sekitar 15-20 video) untuk bisa mendapatkan akses memposting video yang durasinya lebih lama. Jadi video yang panjangnya lebih dari 15 menit, harus dipotong-potong dengan "video editor". Karena video editor yang digunakan umumnya adalah "trial" maka pada video ada promosi yang mereka letakkan di laman video tersebut.

Selain itu, pada masa lalu koneksi internet sangat lambat. Jadi video-video harus dikompres dulu agar ukurannya tidak terlalu besar. Akibatnya kualitas gambarnya menjadi kurang bagus. Sementara video-video yang ada tidak bisa disimpan terlalu lama karena akan memenuhi "hard disk" dalam waktu singkat, jadi harus dihapus atau disimpan dalam keping CD atau DVD.

Itulah sebabnya, video-video pada masa lalu, umumnya resolusi gambarnya sangat rendah.

Internet di Kapuas dimulai dari Wasantara yang menggunakan dial-up yang kecepatannya 56 kb per detik. Kemudian naik menggunakan Speedy yang kecepatannya bervariasi dari 125 kb per detik sampai 1 Mb per detik. Ketika "fiber optic" mulai masuk Kapuas, untuk wilayah yang belum ada "fiber optic"-nya menggunakan "converter" yang kecepatan internetnya bisa sampai 3 Mb per detik. Dengan adanya "fiber optic" kecepatan internet bisa mencapai 10 MB per detik. Dengan kecepatan ini maka video-video HD sudah bisa diupload dengan mudah.

Sebagai gambaran saja, pada kecepatan 3 Mb per detik, bila kita ingin mengunggah video yang ukurannya 5 Gb, maka diperlukan waktu sekitar 10-12 jam, karena kecepatan mengunggahnya cuma sekitar 90 kb per detik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas