Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

Workshop Jurnalistik dan Media Digital

Acara pembukaan
Sejak Sabtu hingga Minggu (5-6 November 2016), Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Selat Tengah Kabupaten Kapuas ramai dipenuhi oleh siswa-siswa dari berbagai Sekolah Menengah / Sederajat se-Kuala Kapuas. Mereka berkumpul untuk mengikuti rangkaian acara Workshop Jurnalistik dan Media Digital yang diadakan oleh OSIS MAN Selat Tengah bekerja sama dengan Kaffah Organization. Terdata, 55 siswa mengikuti acara ini. Mereka merupakan siswa-siswi dari MAN Selat Tengah, MAN Pulang Pisau, MA Nurul Iman, MA Babussalam, SMPIT Al-Amin, SMA 1, MA Islamiyah, dan SMA Muhammadiyah Kuala Kapuas.
"Ice breaking"
Acara dibuka oleh Bapak Muhajirin selaku Wakil Bupati Kabupaten Kapuas. Kemudian acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Jurnalis Siswa MAN dengan pengurus yang dilantik langsung oleh Bapak Muhajirin.

Rina Amahorosea selaku ketua panitia pelaksana dalam laporannya menyebutkan bahwa tujuan kegiatan ini salah satunya adalah agar lahir generasi yang cerdas dalam memanfaatkan media digital dan kritis dengan pemberitaan media sosial. Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, Bapak Ahmad Bahruni dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dan ini merupakan terobosan baru dalam dunia pendidikan yang sangat berguna dalam jaman tekhnologi yang canggih.

Memasuki acara inti, peserta kemudian diajak untuk mengenal dunia Jurnalistik dan keseruan di dalamnya dengan temu tokoh dan bincang-bincang bersama ketua PWI dan wartawan Tempo. Tidak hanya itu, peserta juga diajak untuk ikut serta pada focus group discussion mengenai fenomena media sekarang, dan diakhiri dengan pemberian bekal-bekal dasar dalam photografi.
"Ice breaking"
Sedangkan pada hari Minggu, acara terpusat pada kegiatan lapangan siswa. Siswa bertindak layaknya wartawan. Mereka mencari informasi ke lapangan, ada yang sebagai pewawancara, penulis, dan tukang foto. kemudian mereka menulis, hingga melaporkannya dengan presentasi yang dilakukan secara berkelompok.

Sriyadi, selaku kepala MAN selat mengatakan bahwa beliau mendukung penuh adanya kegiatan ini. Beliau juga menyampaikan rasa terimakasih kepada semua pihak yg telah membantu terlaksananya kegiatan ini, khususnya tim Kaffah yg telah melakukan kerjasama dengan MAN untuk menggali potensi anak dalam menulis.
Foto bareng sesudah penutupan
Salah satu peserta, Nadila mengatakan bahwa kegiatan ini sangat menarik dan baru pertama kali ia ikuti. Kemudian peserta lain dari MA Nurul Iman, Nila Sari mengatakan kegiatan ini membantu siswa utk mengenal dunia jurnalis. Bahkan peserta lain berharap agar kegiatan serupa jangan diadakan cuma sekali. Mereka pun menyayangkan karena hanya berlangsung selama 2 hari.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas