DPD PPNI Kapuas dan BAPELKES Kalteng Gelar Seminar Transformasi Profesional Tenaga Kesehatan di Era Digital

Gambar
  KUALA KAPUAS – Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia atau DPD PPNI Kabupaten Kapuas bekerja sama dengan BAPELKES Provinsi Kalimantan Tengah akan menyelenggarakan seminar bertema “Transformasi Profesional Tenaga Kesehatan di Era Digital: Sinergi Personal Branding, Literasi AI, dan Kepastian Hukum.” Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026 , mulai pukul 07.00 sampai 14.00 WIB , bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas . Seminar ini menjadi ruang penting bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat dan profesi kesehatan lainnya, untuk memperkuat kapasitas diri dalam menghadapi perubahan zaman. Di tengah perkembangan teknologi digital, tenaga kesehatan dituntut tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu membangun reputasi profesional, memahami pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta memiliki pemahaman hukum yang memadai dalam praktik pelayanan kesehatan. Dalam kerangka acuan kegiatan...

Hikmah dibalik puasa - Muhammad Nashiruddin Al-Albaani

Puasa diwajibkan dalam rangka membuat seorang Muslim semakin dekat kepada Allah dan meningkatkan takwa kepada-Nya. Sebagaimana shalat yang tujuannya tidak hanya melaksanakan rukun dan syaratnya saja, tetapi dia juga harus memperhatikan tujuan dan hikmah mengapa Allah mewajibkan shalat lima waktu kepada mereka, siang dan malam. Allah berfirman dalam Surat Al-Ankabut, 29: 45 yang artinya: "Sesungguhnya, shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar ..." Jadi shalatnya seorang Muslim diterima oleh Allah sesuai dengan seberapa banyak hal tersebut mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar.

Rasulullah SAW merujuk masalah shalat ini dalam hadits sahih, dimana beliau bersabda, "Sesungguhnya seorang hamba shalat dan tidak ada yang ditulis baginya kecuali sepersepuluh, sepersembilan, seperdepalan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, setengah darinya," dan beliau berhenti disana. Hal ini mengindikasikan bahwa shalat yang sempurna sangat sulit dilakukan seorang Muslim. Yang terbaik diantara mereka adalah orang yang dicatat setengah dari shalatnya kemudian sampai sepersepuluhnya.. Itupun kalau shalatnya diterima oleh Allah SWT. 

Terkait dengan puasa Rasulullah SAW bersabda, "Betapa banyak orang yang berpuasa tapi dia tidak mendapatkan kecuali lapar dan dahaga dari puasanya, " Mengapa? Karena dia tidak pernah berhenti dari apa yang dilarang oleh Allah SWT. Dia hanya membatasi dirinya pada apa-apa yang membatalkan puasa secara materi. Jadi dia berpikir bahwa dia sedang berpuasa. Tentang orang yang demikian kita katakan, "Dia berpuasa tapi tidak berpuasa." Dia berpuasa hanya dengan menahan dari dari apa-apa yang membatalkan puasa secara materi tetapi dia tidak berpuasa karena dia tidak menahan dirinya dari apa-apa yang membatalkan puasa secara abstrak. Itulah sebabnya beliau bersabda, "Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga dan berapa banyak orang yang shalat tidak mendapatkan apa-apa kecuali kurang tidur dan kelelahan karena shalat."

Kita berharap semoga Allah SWT menginspirasi kita untuk menghindari kedua hal yang membatalkan puasa, yang bersifat materi dan bersifat abstrak. Semoga Allah SWT menginspirasi kita untuk melaksanakan shalat yang diterima oleh-Nya, shalat yang mencegah perbuatan keji dan mungkar. 

Sumber: The Wisdom Behind Fasting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas