Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bangunan

Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Kendala Dalam Melestarikan Bangunan Bersejarah di Kapuas

Gambar
Rumah yang sudah rusak di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kuala Kapuas Gambar diatas diambil di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kuala Kapuas. Gambar diatas menunjukkan bahwa salah satu masalah dari bangunan yang terbuat dari kayu adalah kelapukan dan daya tahannya yang hanya berkisar belasan atau beberapa puluh tahun saja. Setelah itu, bangunan tersebut harus diganti kayunya. Inilah yang membuat mengapa di Kuala Kapuas ini sangat sulit untuk menemukan situs bersejarah. Rumah Betang tertua yang terletak di Desa Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir saja, hanya tinggal tiang ulinnya saja. Rumah Sakit Kuala Kapuas yang terletak di Desa Barimba, Kecamatan Kapuas hilir cuma menyisakan bangsal anak saja, sedangkan sisanya sudah rusak. Perlu upaya lebih dari pemerintah daerah bila ingin melestarikan bangunan-bangunan kuno yang ada.

Dinding Plesteran

Gambar
Bangunan dengan dinding tembok yang dibangun diatas tanah gambut atau diatas sawah umumnya menggunakan dinding plesteran. Hal ini umumnya dilakukan bila dana yang ada tidak cukup untuk membuat pondasi cakar ayam. Dinding plesteran ini biasanya dibuat pada bangunan dengan pondasi kayu ulin. Tukang harus menyiapkan anyaman bambu dan anyaman kawat yang akan digunakan sebagai kerangka luar dan kerangka dalam plesteran ini. Plesteran ini tidak tebal sehingga lebih ringan diibandingkan dengan dinding batako atau bata.

Bangunan Polres Baru Hampir Selesai

Gambar
Bangunan Polres Kapuas Baru Bangunan Polres Kapuas yang baru di Bundaran Besar, Kuala Kapuas sudah hampir selesai. Excavator sedang sibuk merapikan halaman yang dulunya merupakan rawa. Sesuai dengan harapan Bapak Bupati Kapuas, beliau ingin agar halaman Polres memiliki taman yang cukup indah, sehingga bisa dibanggakan kepada orang-orang yang melintasi Bundaran Besar. Berikut ini video excavator yang sedang merapikan halaman Polres:

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)