Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ekologi

Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Menanam Harapan di Tanah Kapuas: Desain Regeneratif untuk Masa Depan yang Melimpah

Gambar
  Bayangkan Anda memegang sebutir benih di tangan. Terlihat kecil, bahkan mungkin tidak berarti. Namun, begitu benih itu menyentuh tanah Kapuas kita yang subur, Anda tidak hanya menanam sebatang pohon di masa depan. Anda sedang menggerakkan sebuah sistem kehidupan yang utuh. Air mulai berkumpul, jamur di bawah tanah tersadar, dan mikroba memulai tugasnya. Akar mencengkeram tanah, menyaring air, sementara daun yang muncul menyerap karbon dari udara, menaungi bumi, dan memperlambat aliran air hujan. Serangga datang, burung mengikuti, dan satwa liar lainnya menemukan makanan serta tempat berlindung. Tanpa kita sadari, kita menuai hasilnya: udara yang lebih bersih, tanah yang lebih subur, iklim yang lebih stabil, dan ikatan yang lebih dalam dengan tempat yang kita sebut rumah. Inilah gagasan utama yang disampaikan oleh Sierra Bainbridge, seorang arsitek lanskap dari MASS Design Group. Ia mengajak kita untuk melihat desain dan pembangunan bukan sekadar sebagai cara mendirikan bangunan, ...

Menghargai Kekayaan Alam yang Sering Kita Lupakan

Gambar
Semak-semak di Jalan Jendral Sudirman, Kuala Kapuas Di tengah upaya kota-kota besar di seluruh dunia untuk menghijaukan kembali ruang-ruang mereka, kita yang hidup di tempat-tempat kaya akan alam seperti Kalimantan sering kali lupa bahwa apa yang kita miliki adalah sesuatu yang begitu berharga. Ketika kita melihat vegetasi liar dan keanekaragaman tumbuhan di sekitar kita, mungkin terlintas keinginan untuk “merapikan” atau mengubahnya menjadi lebih teratur. Namun, justru di sinilah letak keistimewaan yang sering dirindukan oleh mereka yang tinggal di kota-kota besar. Di kota besar, orang-orang berjuang untuk menanam pohon dan mengembalikan sedikit nuansa hijau yang hilang. Sementara di Kalimantan, kita sudah dikelilingi oleh kekayaan alam ini setiap hari. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa melihat ini sebagai aset yang harus dijaga, bukan dihilangkan. Dengan menyadari bahwa setiap semak dan pohon liar adalah bagian dari ekosistem yang seimbang, kita bisa belajar untuk lebih meng...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"