Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gedung Pertemuan Umum

Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Sisi Lain GPU Manggatang Tarung

Gambar
GPU Manggatang Tarung Foto diatas diambil dari Jalan Garuda Gg. I, Sei Batang, Kelurahan Selat Barat, Kecamatan Selat. Selama ini foto Gedung Pertemuan Umum (GPU) Manggatang Tarung selalu diambil dari sisi kiri dan depannya. Hal ini terjadi karena sisi kanan dari gedung sudah dibatasi oleh tanah masyarakat. Bila kita berada di SDN 3 Selat Tengah, maka kita bisa menyaksikan GPU seperti gambar diatas. 

Halaman GPU Manggatang Tarung Terbengkalai

Gambar
Kubangan di depan GPU Manggatang Tarung Berbeda dengan taman yang ada di tengah kota yang mendapat perawatan dengan baik, halaman Gedung Pertemuan Umum (GPU) Manggatang Tarung kurang mendapatkan perhatian yang selayaknya dari Pemerintah Kabupaten Kapuas. Halaman GPU ini tampak seperti kubangan ketika selesai hujan deras. Halaman GPU pun sangat becek setelah selesai hujan deras. Syukur masih ada halaman yang pakai semen, sehingga setelah mengantarkan penumpang ke tempat yang tidak becek, mobil akan parkir di tempat yang becek. Syukurnya beceknya sudah dilapis pasir, bukan tanah liat.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)