Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kesehatan Masyarakat

Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Joseph Ana: Dokter yang Mengubah Wajah Pelayanan Kesehatan di Nigeria

Pada hari Minggu, 21 Juni 2026, saat membaca mailing list HIFA – Healthcare Information for All , saya menemukan kiriman dari Mbang Ana berjudul Open Access: Joseph Ana's BMJ Obituary . Tulisan itu memperkenalkan saya kembali pada sosok Dr. Joseph Ndemana Onebieni Ana , seorang dokter dari Afrika yang dikenal aktif berbagi gagasan tentang pelayanan kesehatan, termasuk melalui forum HIFA. Tulisan yang dimaksud adalah obituari karya Richard Smith di The BMJ , berjudul “Joseph Ana: surgeon and GP who overhauled healthcare in Nigeria” . Artikel tersebut menceritakan perjalanan hidup dan perjuangan Joseph Ana dalam memperbaiki sistem kesehatan di Nigeria, khususnya di Cross River State . Dokter yang Percaya bahwa Kesehatan Bukan Sekadar Gedung Joseph Ana bukan hanya seorang dokter bedah dan dokter umum. Ia adalah seorang pembaharu sistem kesehatan. Puncak kiprahnya terjadi pada tahun 2004 ketika ia diangkat menjadi Health Commissioner atau semacam kepala dinas kesehatan di Cross Rive...

Keamanan Pangan: Dimulai dari Dapur, Dijaga oleh Kita Semua

Gambar
  Makanan adalah kebutuhan paling dasar manusia. Setiap hari kita makan untuk mendapatkan energi, tumbuh, bekerja, belajar, dan menjaga kesehatan. Namun, makanan yang tampak enak dan mengenyangkan belum tentu aman. Bila makanan tercemar bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia berbahaya, makanan tersebut justru dapat menjadi sumber penyakit. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengingatkan bahwa keamanan pangan, gizi, dan ketahanan pangan saling berkaitan erat. Artinya, makanan yang cukup saja belum cukup. Makanan juga harus bergizi dan aman dikonsumsi. Tanpa keamanan pangan, makanan dapat menyebabkan diare, keracunan, gangguan kesehatan jangka panjang, bahkan kematian. WHO memperkirakan sekitar 866 juta orang di dunia jatuh sakit setiap tahun setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, dan 1,52 juta orang meninggal dunia akibat masalah tersebut. Anak-anak di bawah usia lima tahun termasuk kelompok yang paling rentan. Mengapa Keamanan Pangan Penting? Keamanan pangan berar...

Menyiapkan Kapuas Menghadapi Perubahan Penduduk: Belajar dari Simulasi Demografi Dunia

Gambar
  Oleh: Informasi Kapuas Perubahan jumlah penduduk bukan hanya urusan angka. Ia berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari: jumlah anak sekolah, kebutuhan layanan kesehatan, lapangan kerja, kebutuhan pangan, perumahan, hingga perhatian terhadap warga lanjut usia. Sebuah dokumen dari Our World in Data memperkenalkan alat simulasi penduduk yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana jumlah dan struktur penduduk suatu negara berubah hingga tahun 2100. Alat ini menunjukkan bahwa masa depan penduduk sangat dipengaruhi oleh tiga hal utama: angka kelahiran, usia harapan hidup, dan migrasi penduduk. Dengan mengubah asumsi pada tiga faktor tersebut, pengguna dapat melihat bagaimana jumlah penduduk dan komposisi usia akan berubah di masa depan. Tiga Faktor yang Menentukan Masa Depan Penduduk Pertama adalah angka kelahiran . Jika rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan menurun, maka dalam jangka panjang jumlah penduduk usia muda akan berkurang. Sebaliknya, ji...

PDM Kapuas Gelar Pengobatan Gratis dan Sunatan Massal

Gambar
  Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas melaksanakan kegiatan   pengobatan gratis dan sunatan massal   sebagai bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan antusias dari warga. Dalam kegiatan tersebut, tercatat  sebanyak 76 peserta mengikuti layanan pengobatan gratis , sementara  10 anak mengikuti program sunatan massal . Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pemberian obat-obatan, serta tindakan sunatan yang dilakukan sesuai standar medis. Kegiatan ini didukung oleh  petugas kesehatan dari berbagai disiplin ilmu , antara lain  dokter, apoteker, dan perawat , yang memberikan pelayanan secara profesional dan humanis. Sinergi lintas unsur ini menjadi kekuatan utama dalam memastikan pelayanan berjalan aman dan berkualitas. Selain MPKU PDM Kapuas sebagai penyelenggara, kegiatan ini juga melibatkan berba...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"