Postingan

Menampilkan postingan dengan label Muhasabah

Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kunci Tadabbur: Cara Membaca Al-Qur’an dengan Lebih Dalam dan Mengena

Gambar
  Banyak dari kita rajin membaca Al-Qur’an, tetapi kadang merasa “belum tersentuh” atau sulit menangkap pesan yang benar-benar mengubah diri. Buku kecil Keys to Tadabbur: How to Reflect Deeply on the Qur’an mengingatkan: Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dilafalkan, tetapi untuk direnungkan (tadabbur) agar menjadi pengingat dan penuntun hidup.  Tadabbur bukan kegiatan “khusus ustaz”. Justru, orang awam tetap bisa melakukan refleksi, muhasabah, dan “terbangun” hatinya melalui Al-Qur’an—dan kita tidak boleh tertipu bisikan yang membuat kita menjauh dari tadabbur.  Berikut rangkuman kunci-kunci tadabbur yang praktis, mudah diikuti, dan relevan untuk kehidupan sehari-hari. 1) Mulai dari “membersihkan wadah”: detoks hati Penulis menekankan bahwa “wadah” Al-Qur’an adalah hati. Jika hati dipenuhi dosa, kesombongan, atau dorongan hawa nafsu yang tak terkendali, pesan Al-Qur’an jadi sulit masuk dan “menetap”. Ibarat cermin berkarat: gambar yang dipantulkan tidak akan jelas. ...

Seni Ibadah: Panduan Memaksimalkan Malam-Malam Ramadan Anda

Gambar
  Bulan Ramadan adalah anugerah, dan malam-malamnya adalah waktu yang paling berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, sering kali kita bingung harus mulai dari mana. Ibadah bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah seni yang perlu dipelajari agar setiap detiknya terasa indah dan bermakna. Berdasarkan tulisan Dr. Ovamir Anjum dari Yaqeen Institute, ada lima langkah sederhana namun mendalam yang bisa kita tempuh untuk menguasai seni beribadah, terutama di malam-malam suci Ramadan. 1. Zikir (Mengingat Allah) Langkah pertama adalah fokus memuji Allah tanpa memikirkan hal lain. Kuncinya bukan hanya mengucap, tetapi juga merasakan. Mulai dengan yang paling dasar:  Ucapkan  Lā ilāha illā Allāh  (Tiada Tuhan selain Allah) berulang kali hingga lisan dan hati Anda menyatu dengannya. Rasakan bahwa kalimat ini adalah pondasi dari segala sesuatu. Lanjutkan dengan kalimat terbaik:  Perbanyak membaca  Subhān Allāh  (Maha Suci Allah),  Alhamdu lil...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"