Postingan

Menampilkan postingan dengan label Philippine Red Cross

Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Tempat Buang Air Kecil Tanpa Air

Gambar
Tempat buang air kecil tanpa air dan tissue Peringatan yang diletakkan diatas tempat buang air kecil diatas Dalam rangka mendukung program ramah lingkungan, Palang Merah Filipina menjalankan proyek penyediaan tempat buang air kecil yang tidak menggunakan air sama sekali di toiletnya. Hal ini cukup merepotkan bagi orang Indonesia yang biasa menggunakan air, karena diatas tempat buang air kecil tersebut ada tulisan:  " Tidak ada siraman. Tempat buang air kecil tanpa air. Jangan gunakan air atau cairan lain. Proyek ramah lingkungan " Sayangnya proyek ini kurang didukung dengan ruangan yang memadai. Bau pesing lebih dominan dari pewangi yang disediakan di ruangan tersebut.

Pelatihan Magpi di Palang Merah Filipina

Gambar
Peserta Pelatihan Magpi Pada hari Selasa-Rabu, 13-14 Mei 2014 bertempat di ruang konferensi Palang Merah Fillipina dilaksanakan kegiatan Pelatihan Magpi. Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan dari beberapa provinsi di Filipina yang terlibat dalam "Hayan Response" dan beberapa staf dari Divisi Kesehatan. Pengurus Palang Merah Indonesia Kabupaten Kapuas mendapatkan kehormatan untuk menjadi pelatih dalam pelatihan tersebut. Dalam pelatihan ini para peserta diperkenalkan dengan aplikasi Magpi yang ada di Android dan App Store-nya Apple. Peserta diajarkan bagaimana mendisain kuesioner di internet, kemudian mengirim kuesioner tersebut ke "mobile phone" atau "tablet". Para peserta juga diminta untuk melakukan survei kecil-kecilan menggunakan telepon genggam atau tablet tersebut. 

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"