Postingan

Menampilkan postingan dengan label Refleksi

Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Ketika Membaca Al-Qur’an, Pertanyaan Terpenting Adalah: Apakah Saya Juga Melakukannya?

Gambar
  Ada ayat-ayat Al-Qur’an yang kita baca sebagai kisah masa lalu. Kita merasa sedang membaca sejarah tentang orang-orang terdahulu: Fir‘aun, Qarun, kaum ‘Ad, kaum Tsamud, atau Bani Israil. Tetapi semakin kita merenung, semakin terasa bahwa Al-Qur’an tidak hanya sedang mengajak kita menengok masa lalu. Al-Qur’an sedang menghadapkan cermin ke wajah kita sendiri. Salah satu ayat yang sangat kuat untuk direnungkan adalah firman Allah dalam Surah Al-Qashash ayat 4: “Sungguh, Fir‘aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah-belah. Ia menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sungguh, ia termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” Ayat ini menceritakan kekejaman Fir‘aun terhadap Bani Israil. Tetapi bila kita berhenti hanya pada sejarahnya, kita mungkin kehilangan pesan terdalamnya. Sebab Al-Qur’an tidak hanya memperkenalkan nama Fir‘aun sebagai tokoh masa lalu, tetapi juga me...

Memahami Al-Qur’an lewat Nama-Nama Allah: Kunci Membaca dengan Hati yang Tenang

Gambar
  Sebagian dari kita pernah mengalami ini: membaca terjemahan Al-Qur’an, lalu merasa “kok ayat ini keras ya?” atau bingung ketika menemukan kisah kehancuran kaum terdahulu, peringatan neraka, atau larangan yang terasa berat. Akibatnya, ada yang jadi menjaga jarak dari Al-Qur’an—padahal kita yakin kitab ini adalah petunjuk dan rahmat. Sebuah tulisan dari Yaqeen Institute menjelaskan satu kunci penting agar pengalaman membaca Al-Qur’an menjadi lebih “nyambung”: kenali dulu siapa Allah yang “berbicara” dalam Al-Qur’an, terutama lewat nama-nama dan sifat-sifat-Nya . Saat “gambar Allah” di hati kita benar—bahwa Dia Mahapengasih, Mahaadil, Mahabijaksana, dan Maha menjaga—cara kita memahami ayat-ayat Al-Qur’an pun berubah.  Mengapa cara pandang kita menentukan “rasa” saat membaca? Penulis memberi analogi sederhana: bayangkan Anda tersesat dan menerima surat petunjuk. Jika Anda percaya pengirim surat itu sangat peduli, sangat cerdas, dan memahami keadaan Anda, Anda akan membaca surat ...

Dari Potongan Amplop Lama ke Harta Karun Digital: Menemukan Kembali “Endless Bliss” dari Turki

Gambar
  Senin, 16 Februari 2026, saya mengalami momen kecil yang terasa seperti “kejutan dari masa lalu”. Saat sedang membuka-buka email, istri saya datang membawa sepotong amplop lama. Di potongan amplop itu masih ada perangko dan—yang paling penting—alamat pengirimnya. Katanya, amplop itu ditemukan ketika beliau sedang membongkar barang-barang lama untuk dibereskan. Ternyata, potongan amplop itu berasal dari IHLAS VAKFI (sering juga ditulis Ihlas Vakfi ), dengan alamat: Darussefaka Ca. No: 57 P.K. 35, 34262-Fatih/ISTANBUL TEL: 0.212.523 45 56, TURKEY Saya langsung penasaran: ini alamat siapa, dan dulu saya pernah menerima apa dari sana? “Ini perusahaan alat rumah tangga?”—Ternyata bukan Karena penasaran, saya mencoba mencari alamat tersebut lewat Copilot. Jawaban awalnya cukup mengejutkan: Copilot menyebut alamat itu sebagai perusahaan yang bergerak di produksi dan distribusi peralatan rumah tangga. Tapi saya merasa ada yang tidak cocok. Lalu saya jelaskan bahwa alamat terse...

Refleksi Kehidupan yang Berpusat kepada Tuhan: Belajar dari Kisah Nabi Yunus

Gambar
  Sumber: INsights 072, Friday 11th April 2025, oleh Iqbal Pernahkah Anda memperhatikan betapa uniknya kisah Nabi Yunus dibandingkan dengan nabi-nabi besar lainnya? Tidak ada nabi lain yang pernah meninggalkan misinya karena frustrasi, mengalami keterpurukan baik secara harfiah maupun batiniah, namun akhirnya mencapai keberhasilan yang luar biasa seperti beliau. Kisah Nabi Yunus menjadi sumber kekuatan, khususnya bagi siapa saja yang pernah merasa kecewa terhadap situasi hidupnya, merasa ingin menyerah, atau merasa tidak lagi mampu memberikan yang terbaik. Perjalanan beliau mengajarkan kepada kita bahwa dari kedalaman keputusasaan, seseorang tetap bisa bangkit menuju puncak keberhasilan. Ketika Segalanya Terasa Salah Nabi Yunus dikenal berdakwah di wilayah Ninawa, yang kini berada di wilayah Irak Utara, sekitar tujuh hingga delapan abad sebelum Nabi Isa (Yesus). Seperti para nabi lainnya, beliau menghadapi penolakan keras dari kaumnya. Tetapi tidak seperti para nabi lainnya, belia...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"