Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sekolah Sobat Bumi

Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Siswa SMAN 2 Kuala Kapuas Presentasi Di Lokakarya Nasional

Gambar
Presentasi Kapuas Pada tanggal 22-25 Mei 2013 bertempat di Hotel Sari Pan Pacific, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta, rombongan dari SMAN 2 Kuala Kapuas mengikuti Lokakarya Nasional Education for Sustainable Development, Sekolah Sobat Bumi. Dalam kesempatan tersebut, salah satu siswa SMAN 2 Kuala Kapuas, Anas Yusinta Rahmawati memberikan presentasi. Menurut informasi dari Pak Haris, guru SMAN 2 Kuala Kapuas, presentasi dari Kapuas mendapat perhatian dari peserta lokakarya. Lebih lanjut Pak Haris menjelaskan tentang ESD sebagai berikut: Inovasi pembelajaran REDD+ di sekolah berkonsep Education for Sustainable Development melalui kurikulum tematik integratif menuju masyarakat kritis, konstruktif, transformatif dan peduli lingkungan. SMPN 4 Selat dan SMAN 2 Kuala Kapuas ditunjuk sebagai Sekolah Sobat Bumi. 

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)