Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tazkiyatun Nafs

Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Kunci Tadabbur: Cara Membaca Al-Qur’an dengan Lebih Dalam dan Mengena

Gambar
  Banyak dari kita rajin membaca Al-Qur’an, tetapi kadang merasa “belum tersentuh” atau sulit menangkap pesan yang benar-benar mengubah diri. Buku kecil Keys to Tadabbur: How to Reflect Deeply on the Qur’an mengingatkan: Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dilafalkan, tetapi untuk direnungkan (tadabbur) agar menjadi pengingat dan penuntun hidup.  Tadabbur bukan kegiatan “khusus ustaz”. Justru, orang awam tetap bisa melakukan refleksi, muhasabah, dan “terbangun” hatinya melalui Al-Qur’an—dan kita tidak boleh tertipu bisikan yang membuat kita menjauh dari tadabbur.  Berikut rangkuman kunci-kunci tadabbur yang praktis, mudah diikuti, dan relevan untuk kehidupan sehari-hari. 1) Mulai dari “membersihkan wadah”: detoks hati Penulis menekankan bahwa “wadah” Al-Qur’an adalah hati. Jika hati dipenuhi dosa, kesombongan, atau dorongan hawa nafsu yang tak terkendali, pesan Al-Qur’an jadi sulit masuk dan “menetap”. Ibarat cermin berkarat: gambar yang dipantulkan tidak akan jelas. ...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"