Postingan

Menampilkan postingan dengan label Yaqeen Institute

Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Seni Ibadah: Panduan Memaksimalkan Malam-Malam Ramadan Anda

Gambar
  Bulan Ramadan adalah anugerah, dan malam-malamnya adalah waktu yang paling berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, sering kali kita bingung harus mulai dari mana. Ibadah bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah seni yang perlu dipelajari agar setiap detiknya terasa indah dan bermakna. Berdasarkan tulisan Dr. Ovamir Anjum dari Yaqeen Institute, ada lima langkah sederhana namun mendalam yang bisa kita tempuh untuk menguasai seni beribadah, terutama di malam-malam suci Ramadan. 1. Zikir (Mengingat Allah) Langkah pertama adalah fokus memuji Allah tanpa memikirkan hal lain. Kuncinya bukan hanya mengucap, tetapi juga merasakan. Mulai dengan yang paling dasar:  Ucapkan  Lā ilāha illā Allāh  (Tiada Tuhan selain Allah) berulang kali hingga lisan dan hati Anda menyatu dengannya. Rasakan bahwa kalimat ini adalah pondasi dari segala sesuatu. Lanjutkan dengan kalimat terbaik:  Perbanyak membaca  Subhān Allāh  (Maha Suci Allah),  Alhamdu lil...

Memahami Al-Qur’an lewat Nama-Nama Allah: Kunci Membaca dengan Hati yang Tenang

Gambar
  Sebagian dari kita pernah mengalami ini: membaca terjemahan Al-Qur’an, lalu merasa “kok ayat ini keras ya?” atau bingung ketika menemukan kisah kehancuran kaum terdahulu, peringatan neraka, atau larangan yang terasa berat. Akibatnya, ada yang jadi menjaga jarak dari Al-Qur’an—padahal kita yakin kitab ini adalah petunjuk dan rahmat. Sebuah tulisan dari Yaqeen Institute menjelaskan satu kunci penting agar pengalaman membaca Al-Qur’an menjadi lebih “nyambung”: kenali dulu siapa Allah yang “berbicara” dalam Al-Qur’an, terutama lewat nama-nama dan sifat-sifat-Nya . Saat “gambar Allah” di hati kita benar—bahwa Dia Mahapengasih, Mahaadil, Mahabijaksana, dan Maha menjaga—cara kita memahami ayat-ayat Al-Qur’an pun berubah.  Mengapa cara pandang kita menentukan “rasa” saat membaca? Penulis memberi analogi sederhana: bayangkan Anda tersesat dan menerima surat petunjuk. Jika Anda percaya pengirim surat itu sangat peduli, sangat cerdas, dan memahami keadaan Anda, Anda akan membaca surat ...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"