Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Khutbah Jum'at di Masjid Bahrul Ilmi 1 Oktober 2010

Ketakwaan memerlukan sikap istiqamah agar manfaatnya bisa terus dirasakan selain Ramadhan. Kita patut berkaca kepada para sahabat, yang untuk memeluk Islam saja mereka harus mengorbankan harta dan jiwanya. Para wanita Palestina - pun, meskipun mereka dalam kondisi yang sangat sulit, tetap menegakkan perintah Allah dengan konsisten. Kita yang diberikan kebebasan untuk menjalankan agama, diharapkan bisa memiliki konsistensi yang lebih baik dalam menjalankan kewajiban dan hal-hal yang bersifat sunnah.



Untuk mendownload khutbah, silahkan meng-klik judul diatas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"