Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Penyuluhan tentang NAPZA di Mantangai

Para penyuluh dari DP-LMMDD-KT, Gepenta dan BNK
Pada hari Kamis, 21 Oktober 2010, Dewan Pertimbangan Lembaga Musyawarah Masyarakat Dayak dan Daerah Kalimantan Tengah (DP-LMMDD-KT) Kabupaten Kapuas, Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba dan Tawuran (GEPENTA) Kabupaten Kapuas, dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kapuas memberikan penyuluhan tentang NAPZA di dua sekolah di Kecamatan Mantangai. Sekolah pertama yang dikunjungi adalah Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Mantangai yang terletak di Desa Mantangai Hilir.


Siswa-siswi SMPN 1 Mantangai sedang menyimak penyuluhan
Setelah itu, dengan menggunakan klotok yang disediakan oleh pihak sekolah, rombongan berangkat menuju Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Mantangai yang terletak di Desa Mantangai Hulu.

Siswa-siswi SMAN 1 Mantangai sedang asyik menyimak penyuluhan
Adapun tim yang memberikan penyuluhan adalah:

  1. Talinting E. Toepak (pengantar tentang bahaya Napza)
  2. Angie Rohan (mengenai GEPENTA)
  3. Drs. H. Nurani Sarji (Napza dalam pandangan agama)
  4. dr. Jum'atil Fajar, MHlthSc (bahaya Napza dari sisi medis)
  5. Indan Thomas, S.Pd (sanksi hukum bagi penyalahguna Napza)

Komentar

  1. Teriama Kasih Kami Ucapkan
    Kepada YTH :
    1. Bpk Talinting E. Toepak
    2. Bpk Angie Rohan
    3. Bpk Drs. H. Nurani Sarji
    4. Bpk dr.Jum'antil Fajar,MHlthSc
    5. Bpk Indan Thomas,S.Pd

    Yang telah memberikan Penyuluhan Napza Di SMP1 Mantangai dan SMA1 Mantangai
    Semoga Harapan dan Keinginan kita Yaitu" Generasi Muda Yang Anti Narkoba" terwujud. Amin...

    by Puskesmas Mantangai

    BalasHapus
  2. Terima kasih, semoga kegiatan Pak Azhar di Mantangai juga semakin lancar. Selamat bekerja

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"