Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Jambore Guru

Para peserta jambore guru sedang menghias tenda
Pada hari Selasa, 23 November 2010, bertempat di Stadion Panunjung Tarung diselenggarakan Jambore Guru. Kegiatan ini diikuti oleh para guru yang berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Kapuas. Setiap kecamatan diharapkan untuk mengirimkan 20 orang peserta dan 2 orang pendamping. Saat admin meliput, para peserta dari berbagai kecamatan sedang mempersiapkan kemah mereka masing-masing. Kemah-kemah tersebut dipisah antara kemah pria dan kemah wanita. Masing-masing kecamatan berusaha untuk menghias kemahnya dengan berbagai macam hiasan, mulai dari gapura, pagar dan hiasan lainnya.  Pembukaan Jambore dilakukan pada pukul 15.00 WIB.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"