Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kiat Meraih Keluarga Sakinah - Khutbah Jum'at

Khutbah Jum'at di Masjid Darul Muttaqin ini disampaikan oleh Bapak Asy'ari. Beliau menyampaikan beberapa kiat-kiat untuk meraih keluarga sakinah yaitu:

  1. Penghayatan dan pengamalan agama. Janganlah kamu menjadi orang-orang yang lupa kepada Allah dan Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri ... (Q.S. Al Hasyr, 59: 19)
  2. Penghormatan kepada orang tua. Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan: Didiklah anak-anakmu, mereka diciptakan untuk suatu zaman yang berbeda dengan zamanmu. 
  3. Pembiayaan keluarga berasal dari rezeki yang halal. "...dan kewajiban ayah memberi Makan dan pakaian kepada Para ibu dengan cara ma'ruf..." (Q. S. Al Baqarah, 2: 233)
  4. Hidup sederhana, hemat dalam membelanjakan harta, tidak kikir dan tidak pula berlebihan. "Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya, karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal."
  5. Menyadari kehidupan ada kekhilafan dan kesalahan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"