Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Suasana Qurban di Kapuas

Suasana Qurban di Ponpes Al-Amin Kapuas
 Sebagian besar masyarakat Kapuas melakukan pemotongan hewan Qurban pada hari Rabu, 17 November 2010. Di berbagai tempat masyarakat menyelenggarakan pemotongan hewan Qurban, baik di masjid-masjid, langgar-langgar/mushola-mushola, kantor-kantor, bahkan juga di sekolah atau pondok pesantren. Berikut ini adalah sebagian foto persiapan Qurban dan pelaksanaan pemotongan hewan Qurban di beberapa tempat.

Persiapan Qurban di Mushala Muhajirin, Jl. Cilik Riwut, Kuala Kapuas

Persiapan Qurban di Masjid At-Taqwa, Kuala Kapuas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"