Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Orang Kampung Naik Pesawat



Video diatas menggambarkan suasana take off dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, dan landing di Bandara Syamsudin, Landasan Ulin, Banjar Baru, Kalimantan Selatan. Ada hal yang tidak terekam dari video ini yaitu ketika pesawat Boeing 737-400 milik maskapai penerbangan Sriwijaya Air melakukan gerakan memutar 360 derajat, mungkin untuk menghindari gumpalan awan yang cukup pekat atau kelewatan? Selain itu pada rekaman ini kita dapat menyaksikan beberapa gambaran beberapa sisi Kalimantan Selatan dari udara. Resolusi video ini terpaksa dikurangi untuk mempercepat akses. Selamat menikmati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"