Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Jalan berlubang di Desa Teluk Palinget memakan korban

Kejadian ini berlangsung secara bersamaan ketika hujan gerimis dimalam hari, Rabu, 12 Januari 2011 sekitar pukul 21.30 WIB di Desa Teluk Palinget. Sepeda motor pertama jatuh karena tidak bisa menghindari lubang yang ada di jalan. Sepeda motor yang ditumpangi oleh dua orang ini langsung terjatuh dan kedua pengendaranya mengalami cedera di kepalanya. Bahkan salah seorang pengendara sepeda motor tersebut tidak dapat bangun sampai mobil ambulance rumah sakit datang.

Sepeda motor kedua terjatuh tidak jauh dari lokasi sepeda motor pertama. Sepeda motor kedua ini melaju dengan cepat mendahului mobil yang ada di depannya. Tapi rupanya dia tidak menyadari kalau di depannya ada lubang besar. Dia berusaha mengerem, tapi hal itu menyebabkannya terjatuh. Dagunya sampai menyentuh aspal. Syukurnya pengendara sepeda motor ini mengenakan helm, jadi dia cuma pusing dan badannya terasa lemah. Ketika sudah agak pulih, dia bisa kembali mengendarai sepeda motornya.

Mengingat sudah banyak korban akibat jalan berlubang di Desa Teluk Palinget, dihimbau kepada masyarakat untuk tidak mengendarai sepeda motor atau mobil terlalu cepat, untuk menghindari kecelakaan. Kepada pemerintah daerah juga dihimbau untuk memperbaiki jalan tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"