Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

TPA Masjid At-Taqwa

Suasana sesudah shalat Ashar berjama'ah
TPA ini dipimpin oleh Bapak Subhan bersama dengan 9 orang guru laki-laki dan perempuan. TPA ini sudah berdiri sejak 15 tahun yang lalu. Saat ini jumlah santri yang terdaftar sebanyak 165 orang. Iuran bulanannya adalah Rp 15.000 per anak. Pelajaran di TPA ini dilangsungkan dengan dua gelombang, gelombang pertama klasikal Qur'an dan gelombang kedua klasikan Iqra'. TPA ini dimulai jam 13.30 WIB sampai sesudah shalat Ashar. Para santri dilatih untuk mengerjakan shalat berjama'ah di masjid At-Taqwa. Yang disayangkan justru sikap para orang tua yang menjemput para santri ini. Mereka bukannya ikut shalat Ashar berjama'ah, malah menunggu diluar masjid sambil ngobrol dengan para orang tua yang lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)