Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Bincang-bincang dengan Bapak Idris - Supir Klotok

Salut. Mungkin itulah ucapan yang patut kita berikan kepada Bapak Idris ini. Dengan kakinya yang kurang sempurna, beliau masih lincah bergerak untuk mengendalikan dan mengemudikan klotok. Beliau dibesarkan di Kuala Kapuas. Namun setelah menikah, beliau pindah ke Pulau Kupang dan menetap disana sampai sekarang. Sudah sepuluh tahun ini beliau menekuni pekerjaan sebagai supir klotok jurusan Kuala Kapuas - Pulau Kupang. Tarif reguler dari taksi ini adalah Rp 5.000 per orang. Tapi kalau kita mau carter klotok ini pulang pergi ke Pulau Kupang, kisaran tarifnya adalah dari Rp 50.000 sampai Rp 70.000 rupiah.

Beliau pernah mengantarkan orang ke Bahaur pulang pergi dengan ongkos Rp 400.000. Perjalanan ke Bahaur dari Kuala Kapuas ditempuh selama 2,5 jam melewati Terusan Tengah. Beliau hapal handil-handil yang ada diantara Sei Jangkit sampai Kuala Kapuas. Beliau berangkat pagi-pagi dan pulang paling lambat pukul 18.00 WIB ke rumah. Setiap hari sekitar 25 klotok yang pulang pergi antara Kuala Kapuas - Pulau Kupang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)