Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Bincang-bincang dengan Bapak Idris - Supir Klotok

Salut. Mungkin itulah ucapan yang patut kita berikan kepada Bapak Idris ini. Dengan kakinya yang kurang sempurna, beliau masih lincah bergerak untuk mengendalikan dan mengemudikan klotok. Beliau dibesarkan di Kuala Kapuas. Namun setelah menikah, beliau pindah ke Pulau Kupang dan menetap disana sampai sekarang. Sudah sepuluh tahun ini beliau menekuni pekerjaan sebagai supir klotok jurusan Kuala Kapuas - Pulau Kupang. Tarif reguler dari taksi ini adalah Rp 5.000 per orang. Tapi kalau kita mau carter klotok ini pulang pergi ke Pulau Kupang, kisaran tarifnya adalah dari Rp 50.000 sampai Rp 70.000 rupiah.

Beliau pernah mengantarkan orang ke Bahaur pulang pergi dengan ongkos Rp 400.000. Perjalanan ke Bahaur dari Kuala Kapuas ditempuh selama 2,5 jam melewati Terusan Tengah. Beliau hapal handil-handil yang ada diantara Sei Jangkit sampai Kuala Kapuas. Beliau berangkat pagi-pagi dan pulang paling lambat pukul 18.00 WIB ke rumah. Setiap hari sekitar 25 klotok yang pulang pergi antara Kuala Kapuas - Pulau Kupang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"