Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Kebut-kebutan di Jalan Tambun Bungai

Pada hari Kamis, 10 Februari 2011 ketika admin sedang melewati Jalan Tambun Bungai disore hari menjelang maghrib, tampak banyak sekali motor-motor yang parkir di pinggir jalan. Biasanya hal ini terjadi bila ada kebut-kebutan di jalan tersebut. Tak lama kemudian terdengar suara motor menderu dengan kencangnya. Rupanya benar, pada sisi jalan yang lain tampak beberapa sepeda motor melaju dengan sangat kencangnya, seolah-olah sampai habis gas ditancapnya. Hal ini tentu sangat berbahaya tidak hanya untuk mereka yang kebut-kebutan, tetapi juga untuk pengendara sepeda motor lain yang tidak kebut-kebutan. Kita harapkan petugas kepolisian memberi perhatian lebih terhadap masalah ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"