Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Penyuluhan tentang pentingnya cuci tangan

dr. Tri Setyautami sedang memberikan penyuluhan
Pada hari Kamis, 27 Januari 2011, bertempat di SDN 1 Selat Dalam diselenggarakan kegiatan penyuluhan tentang pentingnya mencuci tangan. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Kepala Sekolah, Bapak Ramblan. Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh murid-murid kelas 4, 5 dan 6. Penyuluhan disampaikan oleh dr. Tri Setyautami, didampingi oleh Ibu Mariatul Ahimmah dan Prisnapura dari Puskesmas Melati.

Berikut ini adalah presentasi yang disampaikan dalam penyuluhan tersebut:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"