Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Door Prize yang disediakan oleh Stand RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo

Door prize bagi pengunjung stand RSUD
Foto diatas adalah lima buah bingkisan yang disediakan oleh stand RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo bagi warga masyarakat yang mengunjungi stand rumah sakit. Setiap pengunjung akan mendapatkan kesempatan untuk mengambil lembar undian. Ada dua tulisan dalam undian tersebut yaitu:

  1. Maaf, anda belum beruntung
  2. Selamat, anda mendapatkan door prize no ..... (sesuai dengan nomor door prize)
Mari kunjungi stand rumah sakit untuk lebih mengenal kegiatan disana sekaligus mendapat kesempatan untuk meraih door prize

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"