Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Mars Kabupaten Kapuas



Mars ini dinyanyikan oleh Paduan Suara PGRI saat Upacara Peringatan Hari Jadi Kota Kuala Kapuas ke-205 dan HUT Pemda Kabupaten Kapuas ke-60. Upacara ini dilaksanakan pada hari Kamis, 24 Maret 2011 di halaman Kantor Pemda Kapuas, Jalan Pemuda Km. 5,5.

Berikutnya ini adalah lirik dari Mars tersebut:

MARS KABUPATEN KAPUAS
(Cipt & Arr : Jonsen S. Bahat)

Kabupaten Kapuas; Kota AIR yang kupuja slalu 
berdiri di bumi Indonesia
Aman, Indah, Ramah dibawah panji merah putih
Marilah kita bersatu, Bersama-sama berjuang 
membangun Kota AIR
Kabupaten Kapuas; Kota AIR yang ku cinta slalu 
engkaulah pusaka yang abadi,
bakti kami semua; Demi kejayaan Kapuas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"