Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Penutupan Pameran dan Pasar Rakyat

Suasana pembagian "door prize" di stand PMI Kabupaten Kapuas
Hari Sabtu, 19 Maret 2011 merupakah hari terakhir Pameran dan Pasar Rakyat dalam rangka HUT Kota Kuala Kapuas ke-205. Pengunjung melimpah ruah, hampir seluruh lahan di sekitar stadion olahraga Panunjung Tarung dipenuhi oleh sepeda motor yang parkir. Keramaian pun sangat terasa disepanjang jalan yang digunakan untuk pameran dan pasar rakyat. Berbagai stand yang memberikan door prize bagi pengunjungnnya mulai melakukan pencabutan undian untuk membagikan "door prize" bagi pengunjung yang telah mengisi kuesioner, angket, kuiz yang telah mereka bagikan pada hari-hari sebelumnya. Setelah pukul 21.00 WIB beberapa stand mulai membereskan perlengkapan pameran mereka. Semoga tahun depan pameran dan pasar rakyat ini makin meriah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"