Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Semua umatku akan masuk surga (Nabi Muhammad SAW)

H. Nabhan, S.Ag, kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Selat, membuka Maulid Nabi Muhammad SAW di langgar Inayah, Jalan Kapten Pierre Tendean Gg. IXa ini dengan membacakan hadits yang berbunyi: Seluruh umatku akan masuk surga, kecuali yang tidak mau. Para sahabat bertanya siapa yang tidak ingin masuk surga. Rasulullah menjawab, barangsiapa yang mematuhiku akan masuk surga dan barangsiapa yang mengingkariku maka sesungguhnya dia adalah orang yang tidak mau masuk surga.

Banyak contoh-contoh amal yang beliau contohkan yang bisa mengantarkan kita menuju surga diantaranya adalah senantiasa berbuat baik kepada sesama manusia, termasuk mereka yang pernah menyakiti kita, sebagaimana Rasulullah biasa diludahi oleh orang lain, namun beliau tetap bersikap baik padanya (akhlak Qur'ani). Selain itu adalah berbakti kepada kedua orang tua, baik ketika mereka masih hidup maupun sesudah mereka meninggal dunia, yaitu dengan mendo'akan mereka. Amal berikutnya yaitu shalat berjama'ah. Beliau menceritakan sebuah kisah lucu:

Seorang kaum masjid biasa menyeru kepada jama'ah untuk shalat subuh dengan seruan : Asholatu khairum minan naum (shalat lebih baik daripada tidur), bangun, bangun, bangun. Tetapi jama'ah masjid untuk shalat subuh tetap saja sepi. Pada suaru hari diwaktu subuh dia mengucapkan di pengeras suara : Api, api, api, api, api. Masyarakat di sekitar masjid kontan saja pada bangun dan bertanya kepada beliau dimana ada api? Dengan gamblangnya beliau menjawab: Kalau tidak pernah melaksanakan shalat maka akan masuk ke dalam api neraka.


Kegiatan maulid ini diawali dengan pembacaan Syair Maulid yang dibawakan oleh Maulid Habsyi Langgar Al-Inayah yang fotonya adalah sebagai berikut:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"