Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

21 Mei - World Day for Cultural Diversity for Dialogue and Development

Dalam rangka mengadopsi Deklarasi Universal UNESCO tentang Keanekaragaman Budaya pada bulan November 2011, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mendeklarasikan 21 Mei sebagai Dialog dan Pengembangan Keanekaragaman Budaya Sedunia ( Resolution 57/249). Hari ini memberikan kesempatan kepada kita untuk memperdalam pengertian tentang nilai-nilai Keanekaragaman Budaya dan belajar untuk "hidup bersama" dengan lebih baik. Inilah sebabnya mengapa UNESCO menghimbau kepada seluruh negara anggota, sebagaimana juga kepada masyarakat sipil untuk merayakan hari sedunia ini dengan melibatkan sebanyak mungkin aktor dan rekan. 

Sumber: UNESCO

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"