Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Bisnis feri masih menjanjikan

Pembuatan ferry baru di Murung Keramat
Belum tersedianya jembatan yang menghubungkan antara kota Kuala Kapuas dengan daerah sekitarnya seperti Handil Panamas, Murung Keramat, dan Barimba membuat feri tetap menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menjangkau daerah-daerah tersebut. Ongkosnya yang relatif murah yaitu Rp 1.000 - Rp 2.000 per sepeda motor membuat masyarakat cukup mampu menjangkaunya untuk transportasi sehari-hari. Ketersediaan pelayanan dari pagi sampai sore juga membantu masyarakat untuk dapat menunaikan kewajiban mereka di seberang sungai. Kondisi inilah yang membuat masyarakat tetap bersemangat untuk menyediakan jasa penyeberangan. Hal ini terlihat dari masih disediakannya feri-feri baru oleh para pengusaha yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"