Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Handil Berkat Makmur



Handil ini terletak di Jalan Pemuda Km. 6,5. Handil ini dulu dikenal dengan nama Handil Bere. Di handil ini terdapat Masjid Syuhada yang sedang dalam proses perbaikan. Selain itu juga ada SDN 3 Selat Hulu yang merupakan satu-satunya sarana pendidikan yang ada di handil ini. Meskipun di handil ini tidak terdapat sarana pelayanan kesehatan, para balita diperiksa dan ditimbang setiap bulan di Posyandu Mawar yang mengambil tempat di rumah ketua RT. Mengingat sebagian besar rumah berada di tepi handil, kegiatan mandi, mencuci, buang air, masih dilakukan di handil tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"