Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Antrian Premium Terjadi Juga di Kuala Kapuas

Hari ini merupakan hari yang istimewa bagi admin mengingat baru pertama kali mengantri premium mulai dari jalan besar. Bahkan antrian ini sampai dikawal oleh intel dari kepolisian untuk menghindari adanya para pelangsir yang bolak-balik ke SPBU. Antrian kendaraan roda dua pun tidak kalah panjangnya dibandingkan dengan hari-hari biasa. Kalau antrian solar sudah biasa juga disini, walaupun dulu ketika Palangka Raya mengalami antrian solar, Kapuas tidak mengalaminya. Tapi sekarang sudah menjadi setali tiga uang. Mudah-mudahan masalah ini segera diatasi oleh pemerintah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"