Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW di TPA Al-Inayah


(With courtesy from Adi Purnomo)

Dalam rangka mengambil hikmah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, TPA Al-Inayah yang terletak di Jalan Kapten Pierre Tendean Gg. X, Kelurah Selat Hilir, Kecamatan Selat, menyelenggarakan Peringatan Isra' Mi'raj yang bertempat di Majelis Ta'lim Al-Inayah. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Jum'at, 17 Juni 2011. Kegiatan ini diisi dengan penyampaian uraian hikmah Isra' dan Mi'raj yang disampaikan oleh Bapak Jum'atil Fajar, dilanjutkan dengan kegiatan pertemuan antara pengurus TPA denga para orang tua santri.

Dalam uraian hikmah Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW tersebut dihimbau bagi para orang tua untuk senantiasa mengajak anaknya untuk melaksanakan shalat berjama'ah di Masjid. Bila orang tua senantiasa mengajak anak shalat berjama'ah di masjid sejak usia 7 - 10 tahun, maka dia sudah membiasakan anaknya untuk ke masjid sebanyak lebih dari 5.000 kali. Tentu dengan seringnya orang tua mengajak anak ke masjid, maka diharapkan kelak sang anak akan terbiasa melaksanakan shalat berjama'ah tersebut di masjid/langgar. Selain itu para orang tua juga diajak untuk membangunkan suami atau istrinya untuk melaksanakan shalat malam secara berjama'ah, sehingga keharmonisan hubungan suami istri akan makin terjaga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)