Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW di TPA Al-Inayah


(With courtesy from Adi Purnomo)

Dalam rangka mengambil hikmah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, TPA Al-Inayah yang terletak di Jalan Kapten Pierre Tendean Gg. X, Kelurah Selat Hilir, Kecamatan Selat, menyelenggarakan Peringatan Isra' Mi'raj yang bertempat di Majelis Ta'lim Al-Inayah. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Jum'at, 17 Juni 2011. Kegiatan ini diisi dengan penyampaian uraian hikmah Isra' dan Mi'raj yang disampaikan oleh Bapak Jum'atil Fajar, dilanjutkan dengan kegiatan pertemuan antara pengurus TPA denga para orang tua santri.

Dalam uraian hikmah Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW tersebut dihimbau bagi para orang tua untuk senantiasa mengajak anaknya untuk melaksanakan shalat berjama'ah di Masjid. Bila orang tua senantiasa mengajak anak shalat berjama'ah di masjid sejak usia 7 - 10 tahun, maka dia sudah membiasakan anaknya untuk ke masjid sebanyak lebih dari 5.000 kali. Tentu dengan seringnya orang tua mengajak anak ke masjid, maka diharapkan kelak sang anak akan terbiasa melaksanakan shalat berjama'ah tersebut di masjid/langgar. Selain itu para orang tua juga diajak untuk membangunkan suami atau istrinya untuk melaksanakan shalat malam secara berjama'ah, sehingga keharmonisan hubungan suami istri akan makin terjaga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"